Perempuan SriKendes punya cerita. Poppy Louise

Updated: Jan 17, 2019





Perempuan single satu ini memulai kehidupan berkeluarga pada usia yang sangat muda, 21 tahun.

Saat itu, Poppy menjalani sebagai istri yang sangat bergantung pada suami. Bahkan dirinya selama menikah tidak punya teman, karena semua hubungan dengan teman diputus (emotional abuse).

Sampai akhirnya Poppy memutuskan untuk meninggalkan pernikahan yang dikhianati, dan membesarkan tiga orang putranya sendiri, dengan bantuan dari orang tua dan keluarga.




Keseharian penampilan Poppy sangat “tomboy”. Poppy sendiri menyebut dirinya sebagai identitas “Queer/Androgini”. Sebuah identitas gender yang sangat cair dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya hari biasa sangat maskulin tetapi di lain waktu bisa berdandan feminin, atau penampilan perpaduan antara maskulin dan feminin.


Fotografi dipilih Poppy sebagai jalan untuk lebih bisa memahami hidup, karya, perjumpaan dan kemanusiaan, tulis Poppy pada Srikendes. Sehingga Poppy sekarang aktif dalam kegiatan aktivis kebinekaan dan kemanusiaan ( Kafkaf Foundation). Saya yakin bahwa konsep Tuhan sangat besar untuk dipahami sepenuhnya oleh manusia, ungkapnya.


Baca juga : Sukma Ratri

Alegra Wolter

Valentina

ADA YANG BISA KAMI BANTU ?

TEMUKAN KAMI DI 

DAPATKAN INFO TERBARU SRIKENDES