Henny Supolo Sitepu : Kebaya, Narasi Kecil dan SriKendes.



Untuk saya, wastra Nusantara dan kelengkapannya, kaya dengan narasi. Semua sisi kehidupan bisa digali melalui apa yang kita kenakan. Bagaimana dibuat, siapa yang membuatnya, bagaimana proses pembuatan, apa falsafah corak yang dipilih dan seterusnya. Itu yang menyebabkan saya mengenakan wastra dan kebaya yang beragam setiap bertemu teman-teman guru. Selalu ada cerita dibalik apa yang saya pakai dan seringkali cerita itu dibutuhkan untuk pintu masuk pembicaraan mengenai kebinekaan.



Hari ini saya mengikuti dua kegiatan yang menarik. Sejak pagi sampai siang saya mengikuti obrolan tentang parenting, remaja dan toleransi yang diselenggarakan oleh Yayasan Bani Abdurrahman Wahid. Tentu topik itu membawa diskusi pada kesadaran keragaman sebagai kekuatan bangsa. Setelah itu saya mengikuti acara Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia dan mendengarkan paparan mengenai kebaya dan kaitannya dengan identitas bangsa.



Sebenarnya akan menarik untuk mendengarkan narasi di balik kebaya yang dipilih. Karena gabungan narasi itu bisa berujung pada perlawanan terhadap penyeragaman yang sudah kita hadapi beberapa tahun belakangan ini.


Dengan alasan itu pula saya ingin menceritakan mengapa saya memilih kebaya buatan Sri Kendes ini.

Betul bahwa saya jatuh cinta pada model klasik, kutu baru, “stagen” dan kerapihan jahitan mereka. Betul saya merasa kenangan pada alm ibunda terasa keras tiap melihat kebaya bunga-bunga. Tapi saya merasa lebih bangga mengenakannya, justru karena sadar bahwa setiap helai kebaya yang diproduksi Sri Kendes merupakan hasil perempuan-perempuan yang (sebagian besar) merupakan korban kekerasan dalam berbagai bentuk dan komunitas marginal berbasis gender.


Artinya, dalam setiap kebaya ada penderitaan tapi juga sarat upaya

mengatasi masalah dengan kesungguhan berkarya. Ada harapan, rasa percaya dan usaha menemukan cahaya, setelah berada dalam gelapnya kehidupan. Kebaya yang sarat cerita lingkaran kehidupan manusia..


Ditulis dengan rasa terima kasih pada perjuangan rekan Har Toyo dan teman-teman Perkumpulan Suara Kita.



Baca juga :

- Ibu Iriana, Ibu negara yang kekinian, Padukan Batik dengan Sneakers.


- Baduy, antara keteguhan nilai dan modernisasi.

ADA YANG BISA KAMI BANTU ?

TEMUKAN KAMI DI 

DAPATKAN INFO TERBARU SRIKENDES