Mengapa Kain Nusantara?


Tenun pada fashion modern. Photo by SriKendes


Pakaian atau kain penutup badan bukan semata untuk melindungi tubuh ataupun sebagai penampilan semata. Tetapi pakaian yang dipakai seseorang dapat menjadi identitas diri. Baik sebagai identitas keimanan (agama) maupun sebagai identitas sebuah bangsa/suku. 


Maka kain dan pakaian yang dikenakan oleh setiap orang dapat bermakna lebih dalam, misalnya bermakna spritualitas. Tetapi pakaian juga bisa dimaknai sebagai simbol perlawanan ataupun pengaturan atas tubuh seseorang, mana pakaian yang boleh dipakai dan mana yang tidak boleh pada wilayah atau moment tertentu. Bahkan aturan itu dapat diformalkan dalam kebijakan maupun aturan budaya yang dipatuhi. 


Kain Tenun motif Kalimantan. Photo by SriKendes

Bagaimana dengan pakaian traditional dalam sebuah masyarakat? Seperti yang telah penulis sampaikan diatas, bahwa pakaian bisa menunjukkan identitas diri atau kelompok. Begitu juga saat seseorang menggunakan pakaian traditional, sebenarnya sedang menunjukkan ataupun memperkenalkan identitas sebuah budaya atau kelompok. 



Misalnya pakaian batik dengan motif tertentu, yang khas sebagai pakaian masyarakat Jawa. Begitu juga tenun yang merupakan kerajinan khas budaya atau masyarakat tertentu. Seperti kerajinan tenun ikat dari pulau Sumba, NTT. 


Maka upaya pemerintah Indonesia memperkenalkan beragam kain nusantara untuk warganya sendiri maupun international, semata-mata bukan untuk kepentingan bisnis semata. Tetapi dapat bermakna memperkuat nilai budaya bagi setiap rakyat dan juga memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui kain di tingkat international.


Kebaya modern. Photo by SriKendes

Mengapa penting identitas budaya? Kain hanya satu dari beragam identitas budaya, diantaranya ada bahasa, makanan, nyanyian, maupun tarian. Kekayaan ragam budaya Indonesia yang tertuang dalam beragam jenis dan motif kain menjadi sangat penting dikenalkan pada rakyat sendiri maupun dunia international. Misalnya masyarakat Jawa yang sudah mengenal batik, bagaimana dapat mengenal kain ulos dari tanah batak, maupun kain tapis dari Lampung. Saling kenal kain nusantara diantara sesama warga, akan menjadi alat perekat dan memperkuat kecintaan warga pada keberagaman budaya Indonesia. Bahkan jauh dari itu, bagaimana masyarakat Jawa begitu bangga menggunakan kain dari Aceh, Lampung, NTT ataupun Kalimantan, begitu juga sebaliknya. 



Maka, SriKendes sebagai pelaku bisnis pakaian traditional, melalui fesyen mencoba belajar dan mengenalkan budaya Indonesia kepada para konsumennya. Tentunya usaha ini bukan semata-mata mencari keuntungan semata tetapi ada makna jauh dari itu, yaitu memperkuat identitas bangsa melalui sebuah kain traditional. Maka harapannya, ketika memakai produk SriKendes, kami berharap bukan hanya untuk melengkapi penampilan, tetapi bangga ikut melestarikan kain nusantara.



Penulis : Hartoyo

ADA YANG BISA KAMI BANTU ?

TEMUKAN KAMI DI 

DAPATKAN INFO TERBARU SRIKENDES