Ibu Iriana, Ibu negara yang kekinian, Padukan Batik dengan Sneakers.




Penampilan Ibu Iriana banyak menjadi perhatian publik dan media. Beberapa media, seperti Kompas online membedah gaya beliau dengan sebutan "nyentrik".


Jika kita lihat menjadi "tak biasa" seseeorang memakai kain dalam hal ini motif batik dipadukan dengan blouse putih atau kebaya, tetapi sepatu yang dipakai gaya santai, sneakers. Apalagi pada acara "semi formal" dalam Pidato Visi Presiden Jokowi untuk Indonesia.


Ditambah lagi, beliau adalah simbol ibu negara, yang biasa digambarkan dengan "anggun" dan ketat segala aturan pakaian. Bahkan pada acara-acara santaipun, dituntut untuk selalu mengikuti role berbusana karena simbol negara.


Sebenarnya penampilan ibu Iriana yang terkesan "non mainstrem", menabrakkan kain batik dengan sepatu nyantai pada banyak orang (terutama perempuan kelas menengah kota), sudah sering saya lihat. Menggunakan sepatu sport dipadukan dengan kain, baju kebaya, tetapi memakai topi dan ransel dipundak ala mendaki gunung.


Penampilan-penampilan yang aku masukan sebagai gaya "postmo", menabrak-nabrak sesuatu yang dipandang orang tidak lazim menjadi sesuatu yang nyaman dipakai. Karena si pemakai merasa nyaman menggunakannya, maka kemudian publik melihatnya juga terkesan "lucu", "berani", dan sering terlihat sosok yang punya karakter. Apalagi ketika kain traditional, karena kain nusantara identik diberikan kesan "berat", "formal" atau kaku.


Baca juga : Baduy, Anatara keteguhan nilai dan modernisasi


Memang kepercayaan diri seseorang pada pakaian yang dipakai, membuat karakternya akan kuat muncul pada seseorang. Dan konsep-konsep role perpaduan warna, keharmonisan ala teori fashion mainstrem, kesopanan, atau kepatutan menjadi usang untuk diperhatikan. Itulah yang aku katakan sebagai style "Postmo". Gaya tanpa rule dan tanpa pakem-pakem, semua ditabrak sesuai keinginan si pemakai.


Cara-cara itu, mulai banyak diminati orang-orang muda ataupun individu kelas menengah perkotaan. Tapi memang syaratnya kepercayaan diri dan kekuatan sikap pada seseorang yang memutuskan untuk bergaya itu. Intinya jadi diri sendiri. Walau aku melihatnya ada pesan "perlawanan" atau "kebebasan" dari setiap individu yang akan melakukan itu.


Memang untuk sampai pada titik itu, setiap orang butuh proses dan keberanian "mendekontruksi" atau menjungkirbalikkan definisi tentang apa itu cantik dan indah dalam berbusana.



Mungkin ibu Iriana, tak berpikir terlalu rumit soal penampilannya. Mungkin beliau bertanya atau konsultasi dulu pada Pak Jokowi, pada Kaesang atau anak perempuannya ketika akan memutuskan bergaya santai begitu. Dan itu biasa dilakukan oleh banyak keluarga memberikan masukan gaya pakaian saudaranya.


Atau memang beliau cukup yakin dengan keinginannya bergaya begitu tanpa perlu bertanya pada siapapun. Pointnya, ibu Iriana terlihat nyaman dan cukup percaya diri penampilannya saat itu, minimal caraku melihatnya. Mungkin dia tak terpikir bahwa akan banyak publik menyoroti penampilannya atau beliau juga sadar, apapun yang dia pakai akan jadi perbincangan publik.


Tapi, aku cukup yakin putusan politik berpakaian Ibu Iriana dipengaruhi dari banyaknya penampilan orang muda dan mungkin publik yang mulai bergaya postmo, ketika beliau lihat di TV, film atau saat tatap muka.


Kemudian Ibu Iriana mulai berpikir yang berbeda tentang penampilannya, karena membuat dirinya nyaman. Tanpa maksud apapun, selain kenyamanan pada diri sendiri. Karena kenyamanan, kepercayaan diri, dan kebebasan secara kritis seseorang dalam memutuskan untuk berbusana seperti apa, adalah putusan politik. Atau sebenarnya ibu Iriana lebih nyaman berpakaian santai dan bebas tanpa aturan-aturan ketat. Tapi berhubung beliau ibu negara, ada banyak hal yang tak sesuai dirinya sendiri dalam berbusana.


Terakhir, karena busana produk budaya, produk kekuasaan dan politik, bukan semata penutup tubuh. Maka, rebutlah ruang kuasa itu dengan kritis untuk menentukan secara sadar pakaian apa yang mau Anda pakai untuk tetap nyaman dan menjadi diri sendiri sebagai bagian dari identitas bangsa.


Urusan role-role dalam dunia fashion, perlu dipertimbangkan tapi bukan keharusan, karena jika tidak hati-hati hanya akan merepotkan diri sendiri.

#BusanakuPolitikku

84 views

ADA YANG BISA KAMI BANTU ?

TEMUKAN KAMI DI 

DAPATKAN INFO TERBARU SRIKENDES